Senin, 22 Maret 2010

lost my world

hunny,
apa selama ini kamu baca postingku?

hunny....
aku sudah nggak tau lagi
gimana caranya bisa ngobrol sama kamu...

aku kehilangan cara...
aku mau kamu..

tapi, aku selalu berusaha nggak egois...
aku nggak akan mengikat kamu...

hunny,
aku harap,
aku masih punya waktu...
masih punya waktu dan keberanian buat ngomong ke orang tuaku...
aku harap,
ketika waktu itu datang,
kamu belum punya pendamping...

hunny...
sakit sekali membayangkan kamu sudah bersama orang lain...
sakit sekali membayangkan kamu bukan buat aku..
tapi,
jauh lebih sakit
karena kamu sekarang sudah bukan buat aku lagi...

hunny...
kalau aja kamu tau...
aku putuskan untuk pergi dari kota ini..
semua buat kamu...
aku putuskan untuk tidak meneruskan studi s2ku...
pun untuk kamu..

hunny...
saya masih butuh kamu...
apapun status kita..

Tuhan..
andai dia baca postingku...

Jumat, 19 Maret 2010

kamu dimana?

Hunny,
Kamu dimana?
Walaupun kita sudah mulai jauh...
Tapi,
Aku masih akan mencari kabarmu setiap hari..

Hunny...
Kadang aku takut,
Takut kalau kamu mulai terbiasa tanpa aku..

Hunny,
Cuma disini aku bisa seperti berbicara denganmu..

Sudah 1 minggu lebih kita nggak ketemu..
Sudah hampir 1 minggu aku tidak mendengar suaramu..
Aku berharap hubungan ini akan membaik..
Ketika nanti Tuhan berkata lain untuk kita..

Tuhan...
Dimana dia?
Aku hanya ingin tahu hari ini dia baik2 saja..

Tuhan..
Kenapa aku masih merasa ada lubang besar di hatiku..
Aku sudah mencoba menambalnya..
Tapi,
Semua tetap sama

Hunny,
Selalu ingat kalau saya sayang kamu...

Rabu, 17 Maret 2010

kamu..

Hunny,
Kamu lagi sakit ya?
Cepat sembuh sayank..

Aku tidak bisa lagi memperhatikanmu seperti dulu
Mendengar suaramupun aku nggak boleh..
Itu maumu..
Aku ikuti semua maumu..

Tahukah kamu..
Hatiku sakit..
Ada lubang besar dihatiku
Perih sekali
Ada yg kurang dihariku..
Tidak ada lagi ucapan selamat pagi diawal hariku
Tidak ada lagi ucapan selamat tidur..

Mungkin aku harus terbiasa dgn ini..
Aku akan belajar..

Cepat sembuh,hunny..

Selasa, 16 Maret 2010

16 maret

Tepat 1 tahun yang lalu...
Pertama kalinya aku menghabiskan malamku denganmu
Menghabiskan hariku denganmu
Mencoba percaya padamu
Bahagia...
Hanya itu...

Hari ini,
Bahkan mendengar suaramu pun aku tak bisa
Melihatmu walau hanya daro fotopun aku tak bisa

Hunny...
Selamat ulang tahun...
Doa terbaikku untukmu...
Bahkan rencana tiup lilin untukmu kukubur dalam-dalam
Maaf atas semua keadaan kita
Maaf atas semua yang sudah aku lakukan
Maaf atas orang tuaku yang memaksa kita untuk begini
Hunny..
Saya sayang kamu....
Saya masih yakin, dan akan selalu yakin
Kalau kamu adalah pasangan hidupku

Hunny,
Aku hanya ingin dengar walau 1x
"Aku kangen kamu"
Hanya itu..
Sadarkah kamu,
Dulu kamu selalu menenangkanku
Setiap menjelang tidurku
Dengan kata katamu
Tapi sadarkah kamu,
Sejak hubungan ini memburuk,
Dan aku semakin tertekan dirumahku sendiri
Kata-kata yang menenangkan itu tidak pernah ada..
Aku menjadi orang yang pemarah..
Aku merasa sendiri..

Sayangku..
Laki-laki ku..
Hunny ku..
Aku tau kita harus sadar akan keadaan,
Tapi,
Tak bisakah aku menjadi temanmu?
Aku pun bersedia mencabut semua kata-kataku..
Saya butuh kamu..
Cuma kamu yang membuat saya tenang..
Cuma kamu...

Aku berharap suatu saat kamu membaca posting ini
Aku tidak ingin lebih...
Aku hanya butuh tempat paling tenang dalam hariku
Yaitu ketika aku bisa mendengar suaramu..
Mendengar ceritamu..
Mendengar omelanmu..
Tuhan...
Aku merindukannya..
Sangat...

Senin, 15 Maret 2010

satu tahun

Tdk perlu 1 tahun..

Aku belajar mengerti dia
Aku belajar mengerti keadaannya...
Aku belajar menyayangi malaikat kecilnya..
Aku belajar untuk lebih sabar
Aku belajar untuk lebih mengerti
Aku belajar untuk memaafkan
Aku belajar percaya

Dan dalam 1 tahun...
Aku dipaksa mengubur semuanya...
Dan mengikhlaskan semua yang sudah aku pelajari

Sabtu, 06 Maret 2010

sepi

Ketika aku bangun pagi ini
Luka itu kembali ada
Kembali terbuka
Dan aku sadar kalau aku skrg sendiri
Tidak ada lagi ucapan selamat pagi
Ada yg hilang
Ada yg berkurang
Aku sepi
Sendiri

Tuhan..
Aku mau dia
Aku kesepian

sepi..

Tolong..
Baru beberapa jam..
Aku merasa sepi
Aku hanya disini
Sendiri

seperti ada lubang besar dihatiku

Aku tidak tahu...
Apakah hariku akan kembali hitam
Aku sudah belajar dewasa
Aku berusaha memahami keadaan...
Tapi
Mungkin aku tidak sekuat itu
Aku butuh proses
Tapi,aku lebih butuh dia...

Aku ingin dia lebih sabar
Tapi,
Aku juga nggak boleh egois
Dia punya pilihannya sendiri

Tuhan..
Aku pengen dia adalah laki-laki terakhirku
Basia sahrita kaban
Jessica nissi putri kaban
2 manusia yang ingin aku jadikan akhir perjalananku

Tapi,
Kalau Tuhan berkehendak lain,
Aku hanya pasrah..

Tapi sekarang
Aku seperti punya lubang besar..
Menganga
Dan sakit..
Bahkan aku tidak pernah selemah ini sebelumnya..

Tuhan..
Aku tidak tahu harus bagaimana..
Tolong..
Tolong kembalikan dia buatku..
Cuma buat aku
Dan akan kulakukan apapun untuk membuatnya tidak menyerah

seperti ada lubang besar dihatiku

Aku tidak tahu...
Apakah hariku akan kembali hitam
Aku sudah belajar dewasa
Aku berusaha memahami keadaan...
Tapi
Mungkin aku tidak sekuat itu
Aku butuh proses
Tapi,aku lebih butuh dia...

Aku ingin dia lebih sabar
Tapi,
Aku juga nggak boleh egois
Dia punya pilihannya sendiri

Tuhan..
Aku pengen dia adalah laki-laki terakhirku
Basia sahrita kaban
Jessica nissi putri kaban
2 manusia yang ingin aku jadikan akhir perjalananku

Tapi,
Kalau Tuhan berkehendak lain,
Aku hanya pasrah..

Tapi sekarang
Aku seperti punya lubang besar..
Menganga
Dan sakit..
Bahkan aku tidak pernah selemah ini sebelumnya..

Tuhan..
Aku tidak tahu harus bagaimana..
Tolong..
Tolong kembalikan dia buatku..
Cuma buat aku
Dan akan kulakukan apapun untuk membuatnya tidak menyerah