Kamis, 24 April 2008

dari seorang sahabat



seorang sahabat
memberitahukanku tentang hidupku

entah benar
entah salah
entah harus kupercaya
ataupun tidak
jajaran kaum adam dibelakangku

harusnya tidak aku permainkan

tapi..
semua terasa mustahil
semua yang sahabatku katakan
sedikit banyak membuka mataku..
hanya rasa nyaman..
merasa ada orang yang membutuhkanku..
jahat
kejam
tapi itulah aku

mungkin aku perlu psikolog

kata dia
tapi,
itu tidak perlu..
aku bisa mengatasi sendiri
sebuah gelas kopi
yang seharusnya terisi kopi
hanya aku isi air mineral
biarlah
toh itu hanya sebuah wadah
dan aku yang merasakannya
munafik
memang
seperti topeng
tapi semua bisa membungkusku rapat
membungkus dalam-dalam
semua lukaku karena dia..
dia..
kaum adam yang sangat ingin kutemui
kupeluk tubuh lucunya
melihat senyumnya
yang semua sudah tidak mungkin lagi..
mustahil

aku biarkan semua begini

kosong
dan aku bisa hidup
dan menikmati hidup

setelah semua pecahan itu
aku simpan dalam sebuah kotak

aku kunci
dan aku buang jauh kunci pembukanya
hampir ada yang bisa membuatku membukanya
tapi,
keadaan memaksaku untuk tidak
lagi-lagi aku kecewa
lagi-lagi aku terjatuh
terperosok
lagi..
ditempat yang berbeda,
namun lebih terjal
aku terdiam
ketika aku sadar
semua kosong
hampa
hanya berwarna hitam
yang aku pikirkan
hanya bagimana membahagiakan

2 manusia yang sudah membawaku kesini
ke alam yang penuh kejutan
walau kadang
aku merasa gelas itu akan terisi
entah apapun isinya..
namun,
jauh didalam
aku berharap..
Tuhan,
salahkah egoisku?
salahkah rasa marahku?
salahkah kosong dalam hidupku?
Tuhan, rencanaMu terlalu buram
tidak dapat aku tebak
sedikitpun..
dan aku putuskan untuk tidak menebaknya..

Terimakasih, teman

untuk semua yang kamu katakan
untuk nasehat buatku
dan untuk masa depan yang kau lihat buatku..

Tuhan...

nafasku berat..
Icha..
bantu aku berpikir..

Tidak ada komentar: