Senin, 16 Februari 2009

arti sebuah kepercayaan

kemarin,
dia mempertanyakan percayaku padanya..

aku mencoba mempercayainya
buatku,
inilah modalku menjalani hubungan jarak jauh dengannya..

Tuhan..
apakah dia sangsi?

Tuhan..
apakah slaah kalau aku masih tidak bisa berharap banyak
akan hubungan ini..

Tuhan..
rencanamu tidak tertebak..

saat ini,
dia masih sangat sah milik ayu..
apapun kesepakatan yang mereka buat..

Tuhan..
aku bahkan tidak berani mengharapkannya...

Tuhan..
aku takut..
ketika Engkau membalik semua rencanaMu..
untuk merujukkan mereka kembali..
aku akan kembai terjatuh..
dan akan lebih sakit.

Tuhan..
aku benci kalau harus mengingat status dia..
dia masih suami orang..

harusnya hubungan ini tidak boleh..
tapi, aku tak kuasa menolak..
dia terlalu indah buat dilewatkan..

aku hanya ingin bersama dia..
menjalani hariku..
penuh warna..

Tuhan..
aku mencoba untuk percaya padanya..
tabpa harus mengingat
dulu aku pernah mengharapkannya..
dan tidak berbalas..

Tuhan..
aku harus kuat..
dan aku yakin..
kalau dia adalah punyaku..
sendiri..
dan hanya buatku..
dan ketika keluargaku mulai bertanya nanti..

aku ingin semuanya begitu manis..

Tidak ada komentar: